Cara Cicak Melawan Gravitasi

1:46 AM 0 Comments

Kadal yang melata di dinding atau berayun di antara lampu di langit-langit adalah pemandangan biasa di negara-negara tropis. Hewan berkulit licin yang merayap di dinding ini bernama tokek. Hewan ini adalah salah satu spesies kadal yang dapat bersuara, selain berdesis, bahkan hewan ini mengelukkan suara nyaring yang bunyinya mirip seperti kata 'tokek', itulah sebabnya jenis kadal ini disebut tokek. 

Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa kemampuan tokek untuk melekat pada suatu permukaan dapat menumbuhkan ide untuk menciptakan lem yang tidak lengket di tangan dan dapat bersih-dengan sendirinya pertama di dunia! Menurut para ilmuwan di Universitas California, fungsi kaki tokek mirip seperti pita perekat (isolasi) yang kita gunakan. Tentu saja, kekuatan lekat kaki tokek jauh, jauh lebih kuat daripada pita perekat yang ada di dunia. 

Para ilmuwan telah sering menganalisis kaki tokek untuk memahami kekuatan lekat kadal. Selama bertahun-tahun para ilmuwan mengasumsikan bahwa bantalan yang ada di kaki kadal menciptakan fungsi mengisap. Gagasan ini terbantahkan saat sebuah percobaan membuktikan bahwa kadal terus melekat pada permukaan, bahkan pada permukaan ruang hampa. 

Para peneliti baru-baru ini menemukan jawaban mengapa tokek dapat merayap dan berkeliaran di langit-langit serta dinding tanpa terjatuh. Dengan meneliti secara seksama rambut-rambut kecil yang menyelubungi jari kaki tokek, tim peneliti menemukan bahwa rambut mikroskopik membelah menjadi bantalan super kecil yang disebut spatulae. Spatulae ini luar biasa kecil. Kombinasi perangkat pelekat pada bantalan ini sungguh mengagumkan, bahkan kekuatan lekatnya sangat efektif sehingga tokek bisa saja bergelantungan di langit-langit hanya dengan satu jari! 

Dengan merekam gambar tokek yang sedang berkeliaran di dinding, para ilmuwan menemukan bahwa tokek denganhati-hati melepaskan gulungan jemarinya setiap kali melangkah. Dan saat melepaskan kakinya dari dinding, tokek melakukan yang sebaliknya, sebuah tindakan yang mirip dengan melepaskan pita perekat dari sebuah permukaan. Ketika tokek berjalan, rambut-rambut kecil pada jemari tokek terurai untuk melekat di permukaan, dan kemudian terlepas ketika tokek mengangkat jari kakinya. Dengan demikian, diketahui bahwa kaki tokek tidak terdiri atas substansi lengket apa pun, sehingga kadal tidak menggunakan lem atau cairan untuk melekat. Tokek juga tidak membutuhkan permukaan khusus untuk melekat seperti yang diperlukan oleh Velcro. 

Fakta bahwa cara kerja rambut tokek sangat-sangat berbeda dengan lem biasa (atau Velcro) sangat menarik perhatian peneliti. Kini mereka dengan tekun mencoba untuk membuat perekat kering pertama di dunia! Para muwan juga menyadari bahwa rambut-rambut tokek ini mampu membersihkan dirinya sendiri, karena kelihatannya rambut super kecil pada jemari tokek selalu terlihat ultra bersih dan elastis. Kini peneliti belum mengetahui penyebabnya, dan saat mereka menemukan jawabannya, kita dapat menyingkirkan lem yang lengket di tangan, beralih pada lem yang kering dan dapat bersih dengan sendirinya. 

Adam Prasetya

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 comments: